Tibayan, Jatinom – Pemerintah Desa Tibayan bersama TP PKK Desa Tibayan menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Pemberdayaan Perempuan dengan tema “Kesetaraan Gender” pada tahun 2025. Kegiatan ini terdiri dari Kepala Desa, Ketua TP PKK Desa, narasumber, anggota TP PKK Desa, serta PKK RT/RW se-Desa Tibayan.
Acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara, Ibu Triyani, diawali dengan bacaan basmallah. Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKK yang dipimpin oleh Ibu Samini.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tibayan menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan serta mengapresiasi terselenggaranya kegiatan penyuluhan ini sebagai upaya meningkatkan peran dan kualitas perempuan di Desa Tibayan. Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Tibayan memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan berharap kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi kemajuan desa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Ibu Haryanti, sebelum peserta memasuki sesi istirahat singkat.
Sesi utama kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh Ibu Rini Sulistyawati. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan proses peningkatan kemampuan dan kesadaran perempuan untuk mengambil keputusan serta mengontrol hidup mereka sendiri, yang bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan gender.
Beliau juga menjelaskan bahwa gender merupakan konsep sosial yang berkaitan dengan peran, perilaku, dan atribut yang dianggap sesuai bagi laki-laki dan perempuan dalam masyarakat, yang dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti biologis, psikologis, sosial, dan budaya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kesetaraan gender berarti laki-laki dan perempuan memiliki hak, kesempatan, dan keleluasaan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan. Beberapa hak perempuan yang ditekankan antara lain hak pendidikan serta hak kesehatan, termasuk akses terhadap informasi kesehatan reproduksi dan perlindungan dari kekerasan serta pelecehan seksual.
Selain itu, dijelaskan pula aspek-aspek dalam pemberdayaan perempuan, seperti penyadaran, partisipasi, kuasa atau kontrol, akses terhadap sumber daya, serta manfaat yang diperoleh. Pentingnya perempuan berdaya juga disoroti, di antaranya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, berkontribusi dalam pembangunan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, memperluas partisipasi dalam kehidupan publik, serta mendorong terwujudnya kesetaraan gender.